|
|
|
|
Friday, July 21, 2006
1.Punya Waktu ,punya harta 2.Tak Punya waktu ,punya harta 3.Punya waktu,tak punya harta 4.Tak punya waktu,tak punya harta
Definisi manakah yang cocok untuk diriku,....?
Posted at 7/21/2006 8:56:55 am by gushartanto
Tuesday, March 14, 2006
 Aku bersyukur ,telah melewati hari kemaren.dan sekarang akan kujalani hari ini.hari yang belum tahu apa yang akan terjadi.kadang timbul perasaan ,sampai kapan seperti ini akan berlalu.hari demi hari,minggu demi minggu,Sebulan,dua bulan ...hingga setahun dan bertahun tahun....banyak sesuatu yang berubah.
Posted at 3/14/2006 8:57:20 am by gushartanto
Saturday, December 03, 2005
Jalan jalan ...ada kata2 nih. "tentang apa-apa yang BELUM TERJADI, 99,99% ditentukan oleh manusia, sisanya oleh Tuhan. Sedangkan apa-apa yang SUDAH TERJADI, 99,99% ditentukan oleh Tuhan, dan sisanya oleh manusia"
ada lagi ni...Mau nikah.... ada web .. http://www.prayoga.net
Posted at 12/3/2005 8:14:57 am by gushartanto
Monday, November 28, 2005
Jodoh dan Kedewasaan Kita
Jodoh adalah problema serius, terutama bagi para Muslimah. Kemana pun mereka melangkah, pertanyaan-pertanyaan "kreatif" tiada henti membayangi. Kapan aku menikah? Aku rindu seorang pendamping, namun siapa? Aku iri melihat wanita muda menggendong bayi, kapan giliranku dipanggil ibu? Aku jadi ragu, benarkah aku punya jodoh? Atau jangan-jangan Tuhan berlaku tidak adil?
Jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita.Kebanyakan orang ketika berbicara soal jodoh selalu bertolak dari sebuah gambaran ideal tentang kehidupan rumah tangga. Otomatis dia lalu berpikir serius tentang kriteria calon idaman. Nah, di sinilah segala sedu-sedan pembicaraan soal jodoh itu berawal. Pada mulanya, kriteria calon hanya menjadi 'bagian masalah', namun kemudian justru menjadi inti permasalahan itu sendiri. Di sini orang berlomba mengajukan "standardisasi" calon: wajah rupawan, berpendidikan tinggi, wawasan luas, orang tua kaya, profesi mapan, latar belakang keluarga harmonis, dan tentu saja kualitas keshalihan. Ketika ditanya, haruskah seideal itu? Jawabnya ringan, "Apa salahnya? Ikhtiar tidak apa, kan?" Memang, ada
juga jawaban lain, "Saya tidak pernah menuntut. Yang penting bagi saya calon yang shalih saja." Sayangnya, jawaban itu diucapkan ketika gurat-gurat keriput mulai menghiasi wajah. Dulu ketika masih fresh, sekadar
senyum pun mahal.
Tidak ada satu pun dalih, bahwa peluang jodoh lebih cepat didapatkan oleh mereka yang memiliki sifat superior (serbaunggul). Memperhitungkan kriteria calon memang sesuai sunnah, namun kriteria tidak pernah menjadi penentu sulit atau mudahnya orang menikah. Pengalaman riil di lapangan kerap kali menjungkirbalikkan prasangka-prasangka kita selama ini. Jodoh, jika direnungkan, sebenarnya lebih bergantung pada kedewasaan kita. Banyak orang merintih pilu,menghiba dalam doa, memohon kemurahan Allah, sekaligus menuntut keadilan-Nya. Namun prestasi terbaik mereka hanya sebatas menuntut, tidak tampak bukti kesungguhan untuk menjemput kehidupan rumah tangga.
Mereka bayangkan kehidupan rumah tangga itu indah, bahkan lebih indah dari film-film picisan ala bintang India, Sahrukh Khan. Mereka tidak memandang bahwa kehidupan keluarga adalah arena perjuangan, penuh liku dan ujian, dibutuhkan napas kesabaran panjang, kadang kegetiran mampir susul-menyusul. Mereka hanya siap menjadi raja atau ratu, tidak pernah menyiapkan diri untuk berletih-letih membina keluarga.
Kehidupan keluarga tidak berbeda dengan kehidupan individu, hanya dalam soal ujian dan beban jauh lebih berat. Jika seseorang masih single, lalu dibuai penyakit malas dan manja, kehidupan keluarga macam apa yang dia impikan? Pendidikan, lingkungan, dan media membesarkan generasi muda kita menjadi manusia-manusia yang rapuh. Mereka sangat pakar dalam memahami sebuah gambar kehidupan yang ideal, namun lemah nyali ketika didesak untuk meraih keidealan itu dengan pengorbanan. Jika harus ideal, mereka menuntut orang lain yang menyediakannya.
Adapun mereka cukup ongkang-ongkang kaki. Kesulitan itu pada akhirnya kita ciptakan sendiri, bukan dari siapa pun.Bagaimana mungkin Allah akan memberi nikmat jodoh, jika kita tidak pernah siap untuk itu? "Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sekadar sesuai kesanggupannya." (QS Al Baqarah, 286). Di balik fenomena "telat nikah" sebenarnya ada bukti-bukti kasih sayang Allah SWT.
Ketika sifat kedewasaan telah menjadi jiwa, jodoh itu akan datang tanpa harus dirintihkan. Kala itu hati seseorang telah bulat utuh, siap menerima realita kehidupan rumah tangga, manis atau getirnya, dengan lapang dada.
Jangan pernah lagi bertanya, mana jodohku? Namun
bertanyalah, sudah dewasakah aku?
Wallahu a'lam bisshawaab (MyQuran.com)
Posted at 11/28/2005 9:26:49 pm by gushartanto
Thursday, November 17, 2005
Aku tidak tahu siapa yang salah diantara kita.yg kutau vi itu terlalu egois.selalu menganggap dirinya benar.dan menganggap org lain yang berdosa dan mengharap tuk minta maaf.Masalah akan menjadi jelas kalau kita telusuri dari awal mengapa bisa terjadi.dari awal saya sudah mengatakan "aku tidak ingin mengecewakan lebih banyak wanita".mengapa itu sering aku katakan padamu?.karena aku menangkap tanda tanda kalau vi bakal merasa kecewa,bahkan sakit hati di kemudian hari.aku tau ini karena vi terlalu mempunyai besar rasa perhatian dan ada harapan disana.walaupun itu kamu pungkiri tetapi aku bisa merasakanya.dan aku juga tau kalau harapan harapan itu sangat sulit.bahkan berat untuk aku penuhi.sepertinya tidak perlu aku jelaskan lagi masalah perhatian dan harapan.
Mengapa aku berbohong?.aku berbohong semata mata hanya untuk menghilangkan harapan2 yang ada pada dirimu.dan kembali kukatakan,aku tidak ingin mengecewakan atau membuat sakit hati.tetapi kamu tetep juga tidak berubah.aku ingin persahabatan yang biasa tanpa ada sesuatu yang lain.akhirnya begini kan sering kali engkau merasa kecewa.karena sudah menjadi rumus akhir dari harapan yang tak terkabul adalah kecewa,sakit hati,dan beberapa rasa tidak enak yang lainya.dan semakin tidak sukanya aku.pelampiasan dari kekecewaan itu kamu curahkan ke orang lain.sehingga orang lain itu menjadi sakit hati.siapa yang salah dalam hal ini?.mari kita luruskan.
apa jawabanmu jika kau di tawari makanan yang benar-benar tidak enak dan tak kau sukai?.haruskah kau jawab dengan "ah ,saya tidak doyan dengan makanan seperti ini!."atau "maaf aku baru saja makan dan masih kenyang".pasti kamu tau jawaban mana yang aku pilih.itulah aku.
Posted at 11/17/2005 9:24:20 pm by gushartanto
Friday, October 28, 2005
Adzan subuh belumlah berkumandang.Pagi itu saya baru selesai makan sahur.udara di luar masihlah dingin,membuat gigiku bergetarr.hari ini adalah saatnya libur dan mudik lebaran.setelah semua persiapan sejak bebearapa hari yg lalu,akhirnya aku memacu motorku menuju kampung halaman yang jaraknya mencapai 500-an KM.Jalan 2 di sekitar daerahku masihlah sepi.tak ada teman pemudik satupun.namun begitu tiba di TB SImatupang.ada 1,2,6,bahkan 10 dst dst.semakin lama semakin banyak teman teman seperjuangan menuju lebaran dikampung.
Suasana mudikpun langsung terasa.banyak diantara mereka yang banyak membawa barang2,bahkan anak dan istrinya dalam 1 motor,yang terpikir olehku adalah perjuangan yang berat bagi mereka.kadang membuatku terharu.
Posted at 10/28/2005 2:04:10 pm by gushartanto
Sunday, September 25, 2005
Seorang anak Kecil menangis ketika tanganya kesleo dikarenakan jatuh saat mengambil Oleh Oleh dari Kakeknya.Hanya 2 buah permen setiap hari pasaran.Diapun menggendongku ke tukang urut untuk menyembuhkanku.20 tahun yang lalu.Suara desiran benang untuk menjahit Caping senantiasa terdengar ketika menjelang aku tidur.saat itu usiaku baru 7 tahun.disaat aku hendak tidur Dia selalu menanyaiku sudah shalat isa apa belum.Diapun selalu merayuku untuk shalat serta menemaniku mengambil air wudlu disumur belakang.aku terkadang mendapat uang jajan sekolah darinya.Sejak kecil ,sebelum aku mengenali orang2 disekitarku dia yang selalu menemaniku tidur.hingga aku berumur 10 tahun.aku adalah salah satu cucu kesayanganya.Dia hanya mempunyai 2 anak cucu angkat.dan banyak lagi cucu-cucu tetangga.Dia suka bercerita masa lampau tatkala dia masih muda.Dia adalah Seorang yang taat beribadah .
Apa sih yang telah kuberikan padanya,telah aku membahagiyakan dia.membalas jasa-jasanya yang telah ikut membentuk karakterku.kemaren malam aku bermimpi bermain dikamarnya.ada yang berantakan disana.Innalillahi Wa innaillaihi Roji`uun,Kini Dia Telah tiada .dan aku tak bisa melihatnya untuk yang terakhir kalinya. 25 September 2005 ,Tuhan telah mengambilnya.tak sempat lagi Kakeku menikmati jamuan ramadhan yang beberapa hari lagi tiba.lebaran besok tak ada lagi kakek di rumahku.dan kini hanya tinggal berdua ,bapak & ibuku dirumah sebesar itu.aku pun sadar ,suatu hari akupun akan mangalami hal yang sama.Dari jauh aku hanya bisa berkirim doa,memohon pada-NYA agar bahagia di sana.Amin ya robbal alamin.
Posted at 9/25/2005 8:23:13 pm by gushartanto
|
|
|
|